250 ribu Masker Siap di Bagikan Untuk Warga Kota Yogya

250 ribu Masker Siap di Bagikan Untuk Warga Kota Yogya

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta siapkan masker sebanyak 250 ribu masker untuk warga Yogyakarta, Pemkot berikan bantuan masker dengan alasan masker akan tetap digunakan masyarakat dengan waktu yang lama.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan, walaupun pandemi covid 19 telah berakhir masyarakat harus tetap menggunakan masker selama satu tahun kedepan.

"Walaupun sudah tidak ada kasus penularan covid 19 di Kota Yogyakarta masyarakat tetap harus menggunakan masker selama satu tahun kedepan," katanya di sela-sela pembagian masker untuk warga Gedongtengen, Sabtu (9/5/2020).

Dirinya menjelaskan saat ini pasien positif di Kota Yogyakarta sebanyak 11 orang, dan mengalami peningkatan dibandingkan dua atau tiga hari yang lalu.

"11 orang yang tertular itu sebagian ada yang tertular dari klaster Gereja, 6 positif, 2 negatif dan tiga lagi masih dalam proses pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Lanjut, Wawali selain penambahan dari klaster Gereja pihaknya mengkhawatirkan terkait terjadinya penularan yang terjadi di supermarket yang terletak di jalan Magelang.

"Yang terjadi Indogrosir pemerintah Sleman telah melakukan rapid tes di 300an karyawan dan 50an orang diantaranya hasil rapid tes dinyatakan reaktif. Sekarang ini kalau sudah mendapat sebaran data kita minta yang pernah belanja di Indogrosir pada tanggal 19 April 2020 hingga 4 Mei 2020 mohon mendaftar rapid tes," katanya.

Ia menuturkan, jika ada seseorang yang terkena covid 19 dan dalam keadaan sehat maka akan berbahaya jika orang tersebut menjadi pembawa virus karena berpotensi menyebarkan ke masyarakat luas.

"Ada beberapa orang yang dalam keadaan sehat tidak menunjukkan gejala-gejala tertular covid 19, jangan sampai menjadi karrier," ucapnya.

Rapid tes bertujuan untuk menekan penyebaran covid 19 di masyarakat Kota Yogyakarta, oleh sebab itu Wawali mengimbau kepada masyarakat Kota Yogyakarta agar ikut berpartisipasi dalam rapid tes tersebut.

"Pendaftaran bisa melalui CMS (Corona Monitoring System)," pungkasnya.

Untuk bisa ikut dalam rapid tes, caranya, silahkan masuk dalam aplikasi CMS yang ada di corona.jogjakota.go.id yang akan di buka pada Minggu (10/5/2020) pukul 10.00 WIB hingga Senin (11/5/2020) pukul 12.00 WIB

"Jika sudah pilih menu Skrining Masif Massal, lalu masukkan nomor ponsel, nama dan NIK. Isikan jawaban sesuai pertanyaan yang ada di form pemantauan" jelasnya.

Pelaksanaan rapid tes ini akan diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 14 Mei 2020 di masing – masing puskesmas sesuai domisili.

“Untuk pendaftaran rapid tes ini warga kota Yogya di wajibkan memiliki bukti transaksi di Indogrosir, satu struk untuk satu orang” urai Wawali.

Tekait dengan klaster Indogrosir, Pemkot Yogya akan melakukan rapid test kepada pengunjung yang berada disana pada 19 April 2020 hingga 4 Mei 2020 bagi penduduk kota Yogyakarta.

Pemkot akan melakukan rapid test sebanyak 700 warga. "Harapannya kita bisa menelusuri sebaran covid 19." jelasnya. (Han).